Dua pelajaran yang paling sering membuat anak menunduk adalah matematika dan bahasa Inggris. Latar belakang pendidikan saya matematika, tetapi di kelas bahasa Inggris saya bertemu ketakutan yang sama persis: takut salah.
Anak yang diam belum tentu tidak tahu
Ketika seorang anak tidak menjawab, saya belajar untuk tidak langsung menyimpulkan bahwa ia belum paham. Sering kali ia sudah punya jawabannya, tetapi lebih memilih aman daripada mengambil risiko salah di depan teman-temannya.
Apa yang saya yakini
- Salah adalah data, bukan dosa. Jawaban yang keliru memberi tahu saya persis di mana anak perlu dibantu.
- Pertanyaan lebih berharga daripada jawaban cepat. Anak yang berani bertanya sedang berpikir.
- Matematika dan bahasa sama-sama punya pola. Angka berurutan, kata kerja berubah bentuk, kalimat disusun dengan aturan. Anak yang sudah merasakan serunya menemukan pola di satu bidang biasanya lebih berani di bidang lain.
Praktik kecil yang saya coba
- Jawaban salah favorit hari ini. Satu jawaban keliru yang menarik dibahas bersama, tanpa menyebut siapa pemiliknya.
- Berhitung dalam bahasa Inggris. Menghitung benda, menambah, mengurangi: one plus two is three. Anak berlatih dua hal sekaligus.
- Memuji proses. “Kamu sudah mencoba tiga cara” lebih membangun daripada “Benar!”.
Kelas yang aman untuk salah adalah kelas tempat anak berani belajar.
Itulah pandangan saya sejauh ini. Pandangan itu masih terus berubah setiap kali saya belajar dari anak-anak di kelas.
Ingin tahu level bahasa Inggris anak Anda? Ikuti tes kemampuan online gratis dari Kayangan Learning Institute (KLI) di Jombang, atau tanya program dan jadwal lewat WhatsApp.

